Thumb Mogok di jalan tol, cuma gara-gara plastik kresek!
Daftar Isi

Pernahkah pembaca membayangkan sebuah mobil mogok di jalan tol, cuma gara-gara selembar kantong plastik kresek? Konyol banget. Tapi itu benar-benar terjadi pada saya baru-baru ini.

Setelah tahu bahwa penyebabnya adalah kantong kresek, saya geleng-geleng kepala dan merasa telah mengalami insiden yang sangat bodoh!

1. Terjadi saat pulang dari Mangga Dua

Pada awal bulan Maret 2023, saya dan sekelompok teman saya pergi ke Mall Mangga Dua di Jakarta. Salah satu dari mereka ingin membeli PC (komputer) rakitan khusus gaming, untuk memperoleh pengalaman bermain game komputer secara maksimal. Saya yang menyetir mobil, sementara yang lain menumpang. Biaya perjalanan ditanggung bersama (patungan/urunan).

Sedangkan kami yang masih ingin menabung, hanya “mengambil ilmu dan rekomendasi PC rakitan” dari si teknisi. Karena kami juga ingin barang ini! Hahahah… Lumayan untuk main game dan edit konten video.

Setelah berkonsultasi dengan pihak toko dan sudah deal dengan segalanya, maka teknisi toko langsung melakukan perakitan komputer, yang bisa memakan waktu antara 1-3 jam.

PC gaming by resul kaya on unsplash
Contoh PC untuk gaming. Photo by Resul Kaya on Unsplash

Untuk mengisi kekosongan waktu selama 3 jam, kami pun makan siang. Setelah perut kami “membuncit”, kami mengunjungi event Jejepangan (anime dan cosplay) di Harco Mangga Dua, walaupun akhirnya malah gabut di sana.

1.2. Perakitan selesai dan pulang

Perakitan PC ternyata hanya membutuhkan waktu 1,5 jam, hanya setengahnya dari perkiraan maksimal. Kami pun segera pulang dengan membawa PC rakitan itu.

2. Mogok di jalan tol Jakarta-Cikampek

Sekitar pukul 17:30, kami melewati daerah Cikunir (Persimpangan ke jalan tol JORR). Tiba-tiba, saya yang menyetir mobil merasakan tidak ada dorongan dari mesin mobil, padahal sudah gaspol. Jarum putaran mesin menunjukkan angka kurang dari 2 (yang berarti putaran hanya sekitar 1.000-1.500 RPM). Artinya, untuk kecepatan 80 km/jam, putaran mesin sangat lemah.

Perlahan-lahan, mobil melambat karena tidak sanggup melaju. Saya dengan hati-hati meminggirkan mobil ke bahu jalan, dibantu oleh teman-teman saya yang menjulurkan tangannya ke luar jendela sebagai pertanda meminta jalan darurat.

2.1. Minggir sejenak

Saya mematikan mobil sejenak, dengan harapan penyakit mobil ini bisa sembuh. Setelah 10 menit, saya kembali nyalakan mobil dan mencoba jalan, namun, istirahat sejenak tadi sama sekali tidak ada hasilnya. Dorongan mesin masih sangat lemah Kecepatan maksimal adalah 30 km/jam, setengah dari kecepatan minimum jalan tol.

Karena terlalu berbahaya untuk melanjutkan perjalanan, saya berniat untuk kembali minggir. Namun agak sulit karena bahu jalan yang sangat sempit karena adanya pilar milik Jalan Tol Jakarta-Cikampek layang (Tol layang Sheikh MBZ). Saya baru bisa minggir di dekat pertemuan arus kendaraan dari Jakarta dan dari tol JORR.

Saya kembali berhenti tepat di atas garis-garis marka serong (chevron), yang seharusnya terlarang untuk diinjak. Namun apa boleh buat? Situasinya sangat mendesak. Lampu hazard (sein kanan-kiri kelap-kelip) saya nyalakan.

Chevron di Jalan Tol Gyeongin II simpang Bandara Incheon. By Sonata, CC BY-SA 3.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0>, via Wikimedia Commons
Contoh markah serong (chevron) di simpang Bandara Incheon, Jalan Tol Gyeongin II, Korea Selatan.
Image by user Sonata on Wikimedia Commons, Licensed under CC BY-SA 3.0. Original media page: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Airport_Town_Square_Junction_Incheon_Korea_20091031.jpg

2.2. Panik dan menelepon bapak

Bingung harus berbuat apa, akhirnya saya menelepon bapak di rumah. Bapak hanya berpesan agar tidak panik, dan melanjutkan perjalanan sampai ke jalan keluar tol terdekat, walaupun dengan sangat lambat.

2.2.1. Dugaan awal: fuel pump rusak

Bapak saya menduga bahwa telah terjadi kerusakan pada fuel pump (pompa bahan bakar), yang membuat bensin yang masuk ke pembakaran hanya secuil. Ini membuat dorongan mobil menjadi sangat kurang.

2.3. Melanjutkan perjalanan

Kami memutuskan untuk lanjut sampai jalan keluar terdekat. Kami harus melewati bahu jalan, karena tidak dapat mencapai kecepatan minimum 60 km/jam. Dari chevron, kami langsung memotong ke kiri, setelah sebelumnya meminta jalan kepada kendaraan yang datang dari Tol JORR.

3. Keluar Bekasi Barat/Kalimalang

Kami keluar tol di Bekasi Barat dan mengambil langsung simpang ke Kalimalang, yang akan keluar di samping Grand Metropolitan Mall. Saat itu, langit sudah hitam sepenuhnya.

3.1. Mogok lagi

Jalan persimpangan langsung ke Kalimalang agak sedikit menanjak, sehingga membutuhkan sedikit lebih banyak tenaga mesin. Dengan kondisi seperti ini, mesin tidak memiliki tenaga cukup sehingga mesin mobil tiba-tiba mati.

Minggir lagi, saya mengistirahatkan mobil selama 5 menit. Namun, butuh percobaan lebih dari 5 kali untuk menyalakan kembali mesin mobil. Syukurlah, pada akhirnya mobil kembali menyala.

Saya meminta teman-teman saya untuk memesan ojek atau taksi online untuk pulang ke rumah masing-masing, karena mobil ini harus segera pulang.

BACA JUGA: Bekasi Cyber Park, pusat komputer dan gadget lengkap

3.2. Parkir di ruko

Kami menunggu ojek/taksi online pesanan masing-masing di ruko sebelah Grand Metropolitan. Tak lama kemudian, pesanan masing-masing telah tiba. Saya berpisah dengan mereka, kemudian makan dulu di warung sekitar.

Selesai makan, saya melanjutkan perjalanan pulang dengan kecepatan tidak lebih dari 30 km/jam. Untungnya, jalan agak padat, sehingga kecepatan kendaraan lainnya juga kurang lebih sama.

4. Pengecekan tangki dan pompa

Keesokan harinya, bapak saya langsung meminta tetangga untuk membongkar tangki dan pompa bensin. Tetangga kami ini punya pengalaman sebagai mekanik di bengkel.

Setelah dibongkar, terlihatlah bahwa saringan bensinnya sangat kotor, kehitaman. Dengan PeDe-nya, kami menduga bahwa fuel pump rusak karena tidak mampu mendorong bensin melewati saringan yang tersumbat kotoran. Padahal, masalah utamanya masih tersembunyi di balik kap mesin.

4.1. Pembersihan selesai, percobaan mobil

Saringan dibersihkan, dan fuel pump-nya diganti baru. Proses penggantian memerlukan beberapa hari, karena harus membeli fuel pump ke toko spare part.

Bapak saya langsung mencoba mobil. Namun, masalah tidak terselesaikan. Mobil masih saja ngadat seperti sebelumnya.

5. Pengecekan seluruh mesin mobil

Akhirnya, kami melakukan pengecekan pada seluruh mesin mobil. Semua ruang pembakaran sampai filter udara dicek satu-persatu.

5.1. Akhirnya, si pembuat mogok di jalan tol ditemukan

Saat filter udara dibongkar, nampak sehelai kantong plastik kresek menutupi filter. Ternyata, selama ini, kantong kresek menutupi aliran udara menuju sistem pembakaran.

Jadi, selama ini mobil kami bukan kekurangan bahan bakar, tetapi kekurangan udara. Istilah lainnya, mobil ini bukan kurang makan, tapi sesak napas!

Bayangkan, gara-gara barang sepele ini masuk ke bagian tertentu, mobil bisa mogok di jalan tol.

6. Bawa ke bengkel resmi

Takut ada efek samping yang tidak terduga, kami membawa mobil kami ke bengkel resmi. Sepanjang perjalanan, kami terheran-heran, siapa yang ceroboh meletakkan plastik kresek di filter udara?

Sampai di bengkel, kami langsung berkonsultasi dengan petugas bengkel. Pihak bengkel langsung melakukan penyelidikan.

7. Penyebab yang sebenarnya

Dugaan akhir untuk kasus kali ini adalah kantong kresek bekas bungkus spare-part atau oli diletakkan sembarangan di ruang mesin. Kantong kresek kemudian terhisap oleh penyedot udara (air intake).

Lama kelamaan, kresek tersebut masuk lebih dalam sampai akhirnya menyumbat saluran udara, sehingga mobilnya “sesak napas” dan akhirnya mogok di jalan tol.

Memang, beberapa minggu sebelumnya, kami mengganti oli di bengkel non-resmi. Mungkin mekaniknya ceroboh meletakkan kantong kresek di ruang mesin.

7.1. ECU mobil langsung bekerja

Engine Control Unit (ECU) atau unit kontrol mesin mobil, adalah otak dari mobil-mobil modern. Secara umum, ECU akan melakukan penyesuaian sesuai dengan kondisi jalan, suhu udara, kondisi mobil, atau atas perintah pengguna, contohnya mengaktifkan mode sport, bila tersedia.

Menurut penjelasan mekanik bengkel, ketika kemarin terjadi “sesak napas”, ECU langsung menurunkan kinerja mobil secara otomatis. Karena sedikitnya udara yang masuk untuk melakukan pembakaran, ECU langsung mengurangi pemasukan bensin, yang berarti menurunkan daya mobil.

Itulah mengapa mobil menjadi sangat lambat, tetapi tidak ada kerusakan lebih lanjut yang ditimbulkan.

8. Lanjut servis

Kendati telah mengetahui penyebab sebenarnya, kami tetap lanjut untuk servis mobil. Semua pengaturan dikembalikan seperti semula (setelan pabrik). Makanya, jam dan simpanan stasiun radio di mobil kembali acak.

Sehabis servis, setir kembali terasa ringan. Bunyi mengetuk yang ada di sudut-sudut mobil kembali tenang. Rasanya seperti mobil baru, walaupun usianya sudah 5 tahun.

9. Pesan akhir

Saya cukup beruntung, karena kejadian ini berlokasi di Kota Bekasi, yang tidak jauh dari rumah. Bayangkan bila mogok terjadi di jalan tol atau jalan raya yang jauh dari rumah, apalagi yang jauh di bengkel mobil terdekat. Pasti sulit untuk melakukan perbaikan, apalagi bagi orang awam.

Bagi siapapun yang membuka kap mesin mobil, ingatlah untuk tidak meletakkan barang-barang di dalamnya secara sembarangan, supaya tidak kena hal yang sama dengan saya.