Lintas Timur Sumatera masih menjadi tulang punggung perjalanan darat di Sumatera. Selain menghubungkan banyak kota besar di pesisir timur Sumatera, jalur ini juga menawarkan akses yang relatif lengkap mulai dari jalan tol Trans Sumatera, rest area, hingga SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).
Buat yang mau mudik atau sekadar trip ke Sumatera, BP Blog bikin panduan ini, untuk membantu perjalanan lintas provinsi dengan lebih mudah dan mengurangi kebingungan di jalan, utamanya dari Bekasi (dan Jakarta) ke Medan. Setiap segmen rute dilengkapi informasi arah perjalanan, lokasi SPBU/SPKLU, titik belok penting, jalan alternatif, hingga catatan kondisi jalan yang perlu diperhatikan.
Gambaran Umum Rute
Secara umum, rute perjalanan seperti ini:
- Bekasi / Jakarta – Merak (Berangkat dini hari)
- Penyeberangan Merak – Bakauheni
- Bakauheni – Palembang (tol)
- Palembang – Jambi (Lintas Timur + tol)
- Menginap 1 malam di Jambi
- Jambi – Pekanbaru (Lintas Timur)
- Pekanbaru – Medan (Tol + Lintas Timur), Perjalanan malam hari non-stop
Kalau perjalanan cukup lancar dan tidak terlalu lama berhenti, total waktu tempuh biasanya sekitar 2-3 hari.
Jika menginap semalam, biasanya perjalanan memakan waktu 3-4 hari.
Persiapan Sebelum Berangkat
Biaya: E-toll, Uang Tunai
Semua tol di Sumatera sudah menggunakan sistem pembayaran elektronik (E-money, E-toll). Pastikan top-up saldo cukup sesuai tarif jalan tol.
Mempersiapkan uang tunai yang cukup juga penting, karena sebagian toko/warung makan di jalan masih menggunakan transaksi tunai (cash), terutama di daerah-daerah sulit sinyal.
Kondisi Kendaraan: Mesin, Angin Ban, Ban Serep
Pastikan kendaraan siap untuk jalan jauh, menghadapi tanjakan, turunan, jalan berliku, dan jalan kurang bagus.
Sebelum berangkat, periksa kondisi mesin dan kelayakan ban serta ban cadangan (serep), termasuk tekanan angin ban.
Cadangan Bahan Bakar
Di beberapa segmen, jarak antara 2 SPBU mungkin dapat berjauhan. Pastikan kecukupan bahan bakar kendaraan.
Cadangan bahan bakar sangat penting, apalagi untuk mobil diesel, karena stok bahan bakar diesel (Bio Solar) di SPBU Lintas Timur seringkali kosong atau antreannya panjang.
Download Kebutuhan Aplikasi
Berikut adalah daftar aplikasi yang mungkin kamu butuhkan saat perjalanan melalui Lintas Timur:
- Navigasi: Google Maps / Waze
- Tiket kapal penyeberangan: Ferizy
- Mobile Banking / E-Wallet untuk kemudahan pembayaran layanan tertentu (misal: tiket penyeberangan, SPKLU)
- Khusus mobil listrik: PLN Mobile, untuk melihat lokasi dan ketersediaan SPKLU, serta melihat jenis charger (normal / fast charging)
Segmen Rute
Bekasi / Jakarta – Merak
Target hari pertama adalah langsung menuju Jambi untuk menginap. Berangkat terlalu siang dari Bekasi biasanya cukup berisiko terlambat, membuat perjalanan jadi terlalu berat.
Berdasarkan pengalamanku terakhir, ritme paling aman adalah berangkat dini hari, sekitar pukul 1-3 dini hari dari Bekasi. Dengan kondisi jalan dan penyeberangan masih cukup lancar, target tiba di Jambi sekitar jam 8-9 malam masih cukup realistis tanpa terlalu memaksakan tubuh.

Rest Area
Rest area di bagian ini umumnya cukup lengkap untuk:
- Isi bensin
- makan dan istirahat
- Isi daya mobil listrik di SPKLU
Ada 3 rest area di ruas tol Jakarta – Tangerang dan Tangerang – Merak, yaitu di km 13,5 (Tangerang), km 43 (Balaraja), dan km 68 (Serang).
Biaya Tol
Biaya tol di segmen ini untuk mobil (Golongan 1)
- Tol JORR: Rp17.000
- Jakarta – Tangerang + Tangerang – Merak: Rp53.500
- TOTAL: Rp70.500
Pesan Tiket Penyeberangan Di Sini
Saya sendiri lebih suka memesan tiket lewat aplikasi Ferizy beberapa jam sebelumnya, saat minggir di rest area, dibanding terlalu mepet pelabuhan. Pemesanan lewat aplikasi bikin lebih tenang dan cepat. Tiba di Merak, bisa langsung masuk pelabuhan.
Penyeberangan Ferry Merak – Bakauheni
Setelah keluar tol Merak, ada jarak sekitar 5 km (10 menit) lagi sebelum benar-benar mencapai pelabuhan Merak.
Kelas Penyeberangan
Ada 2 kelas penyeberangan yang tersedia: kelas reguler dan ekspres (eksekutif). Lihat halaman ini mengenai Perbedaan kapal express (eksekutif) dan reguler.
Akses Masuk Pelabuhan
Dermaga reguler dan express Merak punya akses masuk yang berbeda. Dermaga express berada di belakang Terminal Terpadu Merak (sebelum dermaga reguler). Dermaga reguler berada di ujung Jalan Raya Merak.
Durasi Penyeberangan
Penyeberangan kapal reguler membutuhkan waktu 2 hingga 2,5 jam, sedangkan kapal express membutuhkan waktu 1,5 hingga 2 jam, belum termasuk waktu naik turun penumpang dan kendaraan, yang bisa memakan waktu 30 menit hingga 1 jam.
Itu juga belum termasuk waktu mengantre di pelabuhan, yang bisa memakan waktu lebih lama saat puncak kepadatan (weekend atau liburan).
Biaya Tiket Penyeberangan
Biaya yang tertera di bawah adalah untuk mobil pribadi (Gol. IVA), update per tahun 2026.
- Reguler: Rp481.800
- Express: Rp749.128
Bakauheni – Palembang
Kota Penting dan Persimpangan
- Bakauheni
- Kalianda
- Bandar Lampung (via Kota Baru), persimpangan ke Lintas Barat (Pringsewu, Bengkulu)
- Tegineneng (persimpangan ke Metro, Sukadana)
- Terbanggi Besar (persimpangan ke Lintas Tengah Kota Bumi/Baturaja)
- Menggala
- Kayu Agung
- Palembang (keluar tol melalui Kramasan)
Panduan Arah
Bakauheni – Palembang (Keramasan)

Perjalanan awal didominasi Tol Trans Sumatera dengan kondisi jalan yang nyaman untuk jalan jauh. Sepanjang jalan, tersaji pemandangan perkebunan rakyat hingga perkebunan korporasi, seperti sawit dan nanas.
Memasuki ruas Kayu Agung, pengemudi harap berhati-hati terhadap lubang di jalan. Jumlahnya cukup banyak dan bisa melambatkan laju kendaraan. Sebagian ruas jalan sedang diperbaiki dan mengalami pengalihan arus menjadi 2 arah.
Sesuai pengalaman saya terakhir pada April 2026, tol Kayu Agung – Palembang yang dapat dilewati hanya sampai Keramasan, sedikit di luar Palembang. Perjalanan dilanjutkan melewati Jalan Lintas Timur.
Kota Palembang

Memasuki Palembang, setelah simpang 4 (fly over) Keramasan, kita akan melewati Jl. Mayjen Yusuf Singedekane dan Jembatan Musi 2, sampai ke Bypass Alang-Alang Lebar sebelum bertemu kembali dengan jalur utama Lintas Timur arah jambi.
Alternatif di Palembang
Untuk menghindari kemacetan di Kota Palembang dan Talang Kelapa (keluar Palembang arah Jambi), terdapat jalan alternatif dari Jembatan Musi 2, melewati Gandus, hingga Talang Kelapa.
Alternatif ini dicapai dengan putar balik setelah Jembatan Musi 2, lalu ke bagian bawah jembatan dan berbelok ke kanan.
Rest Area, SPBU, dan SPKLU
Sepanjang ruas tol Trans Sumatera dari Lampung menuju Palembang, rest area dan SPBU masih cukup mudah ditemukan. Beberapa rest area bahkan dilengkapi SPKLU untuk mobil listrik.
- Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar: km 20, 33, 49, 67, 87, dan 116
- Ruas Terbanggi Besar – Kayu Agung: km 116, 163, 208, 234, 277, dan 311
Saat masuk Palembang, pilihan SPKLU juga mulai lebih banyak dibanding beberapa kota sebelumnya. Selain di rest area tol, charging station bisa ditemukan di kantor PLN, hotel, sampai dealer kendaraan listrik.
Salah satu yang cukup dekat dari jalur utama berada di Kantor PLN Jl. Demang Lebar Daun, sekitar 1,5 km dari jalan utama lintas kota.
Isi Daya Listrik Sebelum Lanjut
Berdasarkan titik SPKLU yang terlihat di Maps dan sepanjang perjalanan kemarin, pilihan charging station setelah Palembang tampaknya mulai tidak sebanyak di Lampung atau area kota Palembang sendiri.
Karena itu, pengguna mobil listrik mungkin lebih aman mengisi daya terlebih dahulu sebelum lanjut ke arah Jambi.
Kemacetan
Di sepanjang tol, kondisi lalu lintas lancar. Beberapa bagian di Palembang akan lebih padat atau macet saat berangkat kerja (pagi) atau pulang kerja (sore-malam).
Biaya Tol
- Bakauheni – Kayu Agung: Rp509.500
- Kayu Agung – Kramasan: Rp50.000
- TOTAL: Rp559.500
Palembang – Jambi
Kota Penting dan Persimpangan
- Pangkalan Balai
- Betung (persimpangan ke Sekayu dan Lubuk Linggau)
- Sungai Lilin
- Bayung Lencir
- Mestong (Keluar arah pusat Kota Jambi)
- Pijoan (keluar menuju pinggiran Jambi dan arah Riau)
- Jambi
Panduan
Segmen palembang menuju Jambi jadi salah satu bagian perjalanan yang mulai terasa benar-benar “Lintas Sumatera”.

Palembang – Betung
Begitu keluar dari Palembang (Talang Kelapa), lalu lintas kendaraan berat mulai jauh lebih terasa dibanding ruas sebelumnya. Didominasi truk logistik, ritme perjalanan lebih intens dan melelahkan, terutama siang hingga sore hari.
Kepadatan biasanya mulai terasa sejak keluar Palembang hingga Betung. Menjaga fokus berkendara di bagian ini cukup penting, apalagi kondisi jalannya juga kurang mulus.
Di Pangkalan Balai, ada jalan lingkar yang cukup membantu untuk menghindari kepadatan dalam kota. Jalannya juga cukup mulus. Penandanya mudah dikenali karena terdapat gapura besar bertuliskan: “Kawasan Perkantoran Pemkab Banyuasin” di sebelah kiri.
Tiba di betung, ada pertigaan berbentuk huruf Y yang penting diperhatikan. Persimpangan ini menjadi pemisah jalur menuju Sekayu dan Lubuk Linggau.
Untuk tujuan Jambi atau Pekanbaru, ambil jalur kanan ke arah Sungai Lilin dan Jambi.
Betung – Bayung Lencir – Masuk Tol
Perjalanan dari Betung ke Bayung Lencir terasa semakin panjang dengan semakin berkurangnya kepadatan perkampungan. Tapi tidak ada persimpangan besar. Cukup lurus saja dan mengikuti arah utama ke Jambi.
Tidak jauh dari Bayung Lencir, terdapat akses masuk tol Betung – Jambi di sebelah kanan jalan.
Pilihan Keluar Tol Arah Jambi
Menjelang Jambi, ada 2 titik keluar tol yang cukup penting diperhatikan:
- Exit tol Mestong (km 34): lebih cocok untuk yang ingin masuk Kota Jambi, cari hotel, makan, atau menginap.
- Exit tol Pijoan (km 52): lebih cocok untuk yang mau ambil penginapan di pinggir kota, atau langsung lanjut ke Pekanbaru.
Kondisi Jalan
Permukaan Lintas Timur sepanjang ruas Palembang – Betung – Sungai Lilin cukup berlubang, sehingga perjalanan akan melambat dan harus berhati-hati. Sedangkan kondisi jalan di Bayung Lencir agak lebih baik.
Di sepanjang bagian ini, terdapat banyak tanjakan dan turunan. Pastikan mesin dan rem dalam keadaan baik.
Rest Area, SPBU, dan SPKLU
SPBU masih cukup mudah ditemukan di bagian ini. Sementara SPKLU hanya tersedia di Kantor PLN ULP Pangkalan Balai, sekitar 45 km dari Palembang. Bagi pengguna mobil listrik, jika belum mengisi di Palembang, sebaiknya mengisi di sini, karena SPKLU selanjutnya berjarak >200 km.
Tersedia 1 rest area di Tol Bayung Lencir – Jambi km 41.
Kemacetan
Setiap harinya, jalur Palembang – Betung padat dan rawan terjadi kemacetan, terutama saat berangkat dan pulang kerja. Salah memilih waktu perjalanan bisa membuat kita terperangkap macet parah.
Di masa depan jika ruas tol Palembang – Betung sudah buka, demi kelancaran perjalanan disarankan untuk langsung melewati jalan tol dan keluar di Betung.
Biaya Tol
Melintas di Tol Bayung Lencir – Jambi saat post ini ditulis belum dikenakan biaya.
Kota Jambi: Menginap 1 Malam
Setelah ratusan kilometer dari Jakarta, Jambi menurutku jadi salah satu kota yang paling pas untuk istirahat semalam.
Selain posisinya yang cukup strategis di tengah perjalanan menuju Medan, kota ini juga cocok untuk mempersiapkan tenaga sebelum menghadapi jalur panjang tanpa tol esok harinya.
Penginapan dan Sarapan di Jambi
Dengan biaya 100 – 200 ribu per malam di tengah Kota Jambi, biasanya sudah cukup untuk mendapatkan kamar yang nyaman sekadar buat mandi dan tidur semalam.
Jika punya budget yang lebih besar, pilihan hotel bintang 3 – 5 juga tersedia.
Pagi harinya, warung nasi gurih, soto, sampai kedai kopi siap menemani persiapan perjalanan ke Pekanbaru.
SPBU
Sangat mudah mencari SPBU di tengah Kota Jambi dengan ketersediaan stok BBM tinggi. Namun, tidak banyak yang beroperasi 24 jam.
Untuk mengisi BBM pada tengah malam atau dini hari, sebaiknya bergeser sedikit ke luar kota, dekat Lintas Timur, seperti kawasan Pondok Meja (dekat gerbang tol Muaro Sebapo). Walaupun kamu tiba di sini jam 2 atau 3 dini hari, kamu tetap bisa mengisi BBM.
SPKLU
Berdasarkan hasil pencarian di aplikasi PLN Mobile, pilihan SPKLU di Kota Jambi lebih beragam daripada di lintas antarkota. Utamanya berlokasi di Kantor PLN atau pemerintahan, seperti:
- Kantor PLN Jl. Nuri Jelutung – ULP Kotabaru
- MPP Jambi, Jl. Paal Lima
- Kantor PLN UP3 Jambi, Telanaipura
- Kantor PLN UPDK Jambi, Jl. Dr. Setia Budi
- Dan lainnya
Selain itu, charging station juga hadir di tempat-tempat umum seperti mall, showroom mobil, dan hotel.
Jambi – Pekanbaru
Kota Penting dan Persimpangan
- Sengeti
- Merlung
- Kampung Baru
- Seberida (Kec. Batang Gangsal – Persimpangan ke Usul)
- Belilas (Pangkalan Kasai, Kec. Seberida)
- Pematang Reba (persimpangan ke Rengat dan Tembilahan)
- Lirik
- Ukui
- Sorek
- Pangkalan Kerinci
- Bandar Sei Kijang
- Pekanbaru
Panduan
Jambi – Pematang Reba

Demi tiba di tujuan dengan tepat waktu, penting untuk berangkat tepat waktu. Dari hotel sekitar jam 9 pagi atau lebih cepat.
Perjalanan panjang tanpa tol dimulai dari bagian ini. Bagian ini bisa terasa lebih melelahkan secara mental dibanding di peta.
Titik keluar dari Kota Jambi ditandai Jembatan Batang Hari dan gapura perbatasan. Perjalanan selanjutnya didominasi oleh pemandangan rumah pedesaan dan perkebunan sawit.
Kendaraan berat mungkin agak lebih jarang ditemui dibanding sebelumnya. Tapi. tanjakan dan turunan semakin banyak. Penting untuk tetap fokus dan berhati-hati. Waspada akan kemungkinan kendaraan besar gagal menanjak atau rem blong.
Tidak ada persimpangan khusus kecuali Seberida (sudah masuk Riau), di mana untuk menuju Pematang Reba dan Pekanbaru harus mengambil arah kanan.
Pematang Reba – Pangkalan Kerinci

Di Pematang Reba, pelintas disambut dengan sebuah bundaran dengan tugu ikan patin. Ambil arah kiri untuk menuju Pangkalan Kerinci.
Tidak jauh dari Pematang Reba, tersedia SPKLU di kantor PLN di sisi kanan jalan.
Setibanya di Pangkalan Kerinci, gunakan jalan lingkar untuk menghindari kepadatan di tengah kota.
Pangkalan Kerinci – Kota Pekanbaru
Jika berangkat pagi dari Jambi, biasanya tiba di bagian ini pada malam hari. Situasi jalan yang sepi dengan kondisi yang cukup mulus, banyak tanjakan turunan, dan gelap bisa bikin pengemudi lengah.
Untuk rute terpendek, ambil jalan lurus walaupun tujuan Medan diarahkan belok kiri di sebuah persimpangan. Setelah persimpangan tersebut, jalan akan sedikit menyempit, berkelok-kelok, kurang mulus, dan turunan.
Memasuki Kota Pekanbaru, suasana perlahan berubah dari perkebunan sawit, menjadi suasana kota. Pemukiman bertambah padat dan muncul gedung bertingkat, serta lampu penerangan yang indah.
Dengan rencana menginap di Jambi sebelumnya, biasanya kita akan tiba sekitar jam 12 malam – jam 1 di Pekanbaru.
Dalam Kota Pekanbaru Rute 1: Lewat Harapan Raya

Ini adalah rute utama Lintas Timur Pekanbaru. Setelah sebelumnya melewati pinggir kota Pekanbaru, lintasan nantinya akan melewati Harapan Raya, kemudian ke pusat kota Pekanbaru, melewati Jembatan Siak 4, Stadion Kaharuddin Nasution, sebelum masuk ke segmen Pekanbaru – Medan.
Alternatif: Lewat Jalan Pesantren dan Parit Indah
Ini adalah rute alternatif yang sering direkomendasikan aplikasi peta navigasi. Sebelum sampai Harapan Raya, Perhatikan patokan berikut untuk belok kiri ke Jl. Pesantren:
- Cucian mobil besar di sebelah kiri
- Jembatan kecil
- Petunjuk arah: arah kiri ke Bandara Sultan Syarif Qasim II
Ikuti terus Jl. Pesantren sampai ketemu patokan:
- RM Ampera Lintau (kanan)
- RM Putera Buana (kiri)
Ini adalah simpang memasuki Jl. Parit Indah, dan terusannya, yaitu Jl. Datuk Setia Maharaja.
Di ujung jalan, sudah memasuki Jl. Sudirman yang lebar. Putar balik, lalu lurus terus menuju Flyover Harapan Raya (dekat RS. Awal Bros) dan ikuti petunjuk seperti bagian sebelumnya.
Kondisi Jalan
Permukaan Lintas Timur sepanjang ruas Jambi – Pekanbaru serta jalan Kota Pekanbaru cukup baik. Ada beberapa lubang dan tambalan aspal. Di sekitar Pangkalan Kerinci jalannya agak rusak dan sedang diperbaiki.
Ada banyak tanjakan dan turunan. Hati-hati terhadap kendaraan besar yang menanjak pelan, dan jangan menyalip di tanjakan.
SPBU dan SPKLU
SPBU sebenarnya cukup mudah ditemukan, namun di beberapa kondisi, stok BBM tertentu kadang kosong, terutama BBM Diesel.
Untuk pengguna mobil listrik, pilihan SPKLU di luar kota besar masih relatif terbatas dan jaraknya cukup berjauhan. Sepanjang jalur ini charging station umumnya berada di kantor PLN, misalnya:
- Sengeti / Sekernan: ULP Seberang Kota, masih cukup dekat dari Kota Jambi
- Pematang Reba: UP3 Rengat, sekitar 240-250 km dari Sengeti.
- Pangkalan Kerinci: ULP Pangkalan Kerinci
Pilihan SPKLU baru tersedia lebih banyak saat memasuki Pekanbaru. Selain di kantor PLN, charging station juga bisa ditemukan di hotel, showroom mobil listrik, kantor pemerintahan, dan beberapa tempat umum lainnya.
Kalau menggunakan mobil listrik, mengisi daya penuh di Jambi dan Pekanbaru jadi langkah yang cukup penting sebelum lanjut ke perjalanan berikutnya.
Kepadatan
Lintas Timur Jambi menuju Pekanbaru menurutku jadi salah satu ruas yang cukup melelahkan secara mental, karena tidak ada jalan tol dan hadirnya kendaraan berat dalam jumlah cukup banyak.
Truk barang, truk sawit, dan kendaraan logistik lain sering muncul bahkan beriringan terus sepanjang perjalanan. Dipadu tanjakan dan turunan, proses menyalip kendaraan besar kadang jadi cukup sulit dan memakan waktu.
Di pengalamanku terakhir, beberapa bagian seperti di Keritang sempat tersendat karena adanya truk mogok di tanjakan.
Begitu masuk Kota Pekanbaru, suasana jalan berubah lagi. Kepadatan kendaraan pribadi mulai jauh lebih terasa, terutama di sekitar Jl. Jenderal Sudirman.
Pekanbaru – Medan
- Jumlah ruas tol: 4
- Jarak tempuh:
- Waktu tempuh:
Kota dan Persimpangan
- Minas
- Simpang keluar tol Dumai
- Bathin Solapan
- Simpang Bangko
- Ujung Tanjung dan Simpang Benar (persimpangan ke Bagan Siapiapi)
- Balam
- Baganbatu (rekomendasi kota singgah)
- Kota Pinang
- Rantau Prapat (rekomendasi kota singgah)
- Aek Kanopan
- Pulu Raja (Persimpangan ke Sigura-gura / Porsea)
- Simpang Kawat
- Kisaran
- Simpang Katarina
- Medan
Panduan Arah
Pekanbaru – Bathin Solapan – Duri

Dari arah Stadion Kaharuddin Nasution, jalan lurus akan membawa kita menuju Bundaran Simpang Palas, persimpangan yang cukup membingungkan bagi pendatang.
Untuk menuju Duri dan Lintas Timur, kendaraan nantinya tetap mengambil arah kanan, meski pola jalurnya sempat memutar terlebih dahulu. Tidak heran kalau di Maps kawasan ini sering dijuluki “Simpang Bingung”.
Memasuki Lintas Timur arah Duri, kita kembali memasuki pinggiran Kota Pekanbaru. Suasana berubah menjadi lebih longgar dan diapit perkebunan sawit. Konstruksi tol Pekanbaru – Padang sedang berlanjut, sehingga akan ada sedikit pengalihan arus.
Akses masuk Tol Pekanbaru–Dumai berada di sisi kanan jalan. Tetap berada di ruas tol hingga Exit Bathin Solapan, bukan keluar di Dumai.
Percabangan arah Dumai sendiri akan mulai terpisah sekitar km 97.
Jika mengikuti rencana awal, umumnya kita akan tiba di tempat ini sekitar pukul 5 pagi.
Bathin Solapan Duri – Baganbatu
Keluar di Bathin Solapan, perjalanan belum langsung kembali ke Jalur Lintas Timur. Dari sini, kita akan masuk terlebih dahulu ke jalan utama Duri – Dumai.
Untuk kembali ke Lintas Timur arah Medan, ambil jalur menuju Simpang Bangko. Di persimpangan ini, kendaraan arah Dumai belok kiri, sedangkan arah Medan dan Baganbatu mengambil belokan ke kanan.
Setelah kembali masuk Jalur Lintas Timur, suasana jalan mulai didominasi kawasan perkebunan sawit dan aktivitas industri minyak khas Kabupaten Rokan Hilir hingga mendekati Baganbatu.
Sarapan di Baganbatu
Kita akan tiba di Baganbatu saat matahari sudah cukup tinggi, sekitar jam 7-8. Waktu paling pas untuk sarapan, ditemani aktivitas pagi penduduk setempat. Pilihan makanan juga cukup beragam, mulai dari lontong sayur, nasi campur, sampai kedai chinese food yang mulai buka sejak pagi.
Baganbatu adalah salah satu kota perbatasan paling lengkap yang pernah saya kunjungi. Jika tiba saat sore atau malam hari, kita bisa berkunjung ke mall dan menonton film di bioskop. Tersedia hotel bintang 3 jika perlu menginap.
Baganbatu – Rantauprapat

Selepas Baganbatu, perjalanan kembali didominasi perkebunan sawit dan jalan lintas panjang khas Sumatera.
Persimpangan penting berikutnya berada di Kota Pinang, tepatnya Simpang Bukit menuju Gunung Tua. Untuk arah Rantauprapat dan Medan, tetap ambil jalur kanan.
Di Rantau Prapat, sangat disarankan untuk melalui jalan lingkar, karena kita akan tiba sekitar pukul 11 – 12 siang, saat puncak aktivitas warga. Mungkin dapat terjadi kepadatan di tengah kota
Rantauprapat – Simpang Kawat – Kisaran – Medan

Di jalur ini, bus antarkota, truk logistik, dan kendaraan pribadi bercampur dalam ritme jalan yang semakin padat dan kadang cukup melelahkan.
Setelah melewati Aek Kanopan dan beberapa kota kecil seperti Pulau Raja, Kita akan tiba di Simpang Kawat, sebuah persimpangan ke arah Tanjung Balai. Ambil arah kiri untuk menuju Medan
Kita melewati pinggiran kota Kisaran. Dalam pengalaman saya yang terakhir, sedang ada perbaikan jalan di sini, dan antreannya cukup panjang.
Tiba di Simpang Katarina, ambil arah kiri untuk menuju akses masuk tol. Pemandangan mulai berubah dari perkebunan sawit menjadi perkebunan karet.
Perjalanan Kisaran sampai Medan sebenarnya adalah tahap yang mudah, karena melewati jalan tol. Tapi mengingat sebelumnya kita sudah jalan malam, kadang ini bisa terasa paling berat. Tubuh mulai kehilangan energi dan fokus berkendara. Apalagi pikiran kita terus berkata “tinggal sedikit lagi”.
Kota Medan
Jika tidak ada hambatan, kita akan tiba di Kota Medan sekitar pukul 7-8 malam. Tujuan kamu dapat dicapai melalui jalan keluar berikut:
- Amplas, Padang Bulan, Berastagi – km 28
- Bandar Selamat – km 21
- Tanjung Mulia, Helvetia, Tol Binjai – Aceh – km 16
- Mabar / KIM – km 11
- Belawan – ujung, km 0
Kondisi Jalan
Secara umum, jalan Pekanbaru – Medan baik dan mulus, namun tetap berhati-hati mengantisipasi adanya lubang atau bekas tambalan.
Terdapat beberapa bagian jalan amblas di antara simpang Bangko – simpang Bukit Timah Riau, sedang dalam perbaikan pada bulan Mei 2026.
Pada April 2026 terdapat perbaikan jalan besar-besaran di Kisaran, yang menimbulkan antrian cukup panjang, karena pergantian buka-tutup lalu lintas.
Rest Area, SPBU, dan SPKLU
SPBU tersedia di sepanjang Lintas Timur non-tol.
Di jalur non-tol Pekanbaru menuju Sumatera Utara, SPKLU masih umumnya ditemukan di kantor PLN:
- ULP Baganbatu
- ULP Kota Pinang
- ULP Rantau Prapat Kota
- UP3 Rantau Prapat
- ULP Aek Kota Batu
- ULP Aek Kanopan
Rest Area
Tidak sulit menemukan rest area yang lengkap dengan SPBU, toilet, SPKLU, dan tempat makan di sepanjang jalan tol bagian ini:
- Tol Pekanbaru – Dumai: km 45, km 65, dan km 82
- Tol Kisaran – Indrapura: km 145, km 119, km 99
- Tol Medan – Tebing Tinggi: km 65
Kepadatan dan Kemacetan
Jalur Pekanbaru menuju Medan didominasi kendaraan logistik, bus antarkota, dan truk angkutan barang hampir sepanjang hari. Saat satu truk mulai melambat di tanjakan, antrean kendaraan di belakangnya bisa langsung memanjang cukup jauh.
Kepadatan seperti ini juga membuat proses menyalip kendaraan besar jadi jauh lebih sulit.
Karena arus kendaraan cukup padat, perbaikan jalan kecil sekalipun kadang bisa langsung memicu antrean panjang. Saat sistem buka – tutup diterapkan, waktu tunggu juga bisa terasa cukup lama terutama bagi kendaraan dari luar kota yang sedang mengejar perjalanan jauh.
Beberapa kota seperti Kota Pinang dan Aek Kanopan juga belum memiliki jalan lingkar. Akibatnya, seluruh kendaraan lintas Sumatera masih bercampur dengan aktivitas warga lokal di dalam kota.
Saat jam ramai, laju kendaraan biasanya ikut melambat karena tidak ada jalur alternatif untuk memecah kepadatan.
Memasuki Kota Medan, karakter lalu lintas kembali berubah. Dominasi kendaraan besar mulai tergantikan kendaraan pribadi dalam jumlah besar.
Kepadatan biasanya mulai terasa pada pagi dan sore hari, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja.
Penutup
Perjalanan darat Bekasi – Medan lewat Lintas Timur Sumatera bukan tipe perjalanan yang selesai dalam satu kali duduk. Selain jaraknya yang panjang, kondisi jalan, penyeberangan, dan lalu lintas yang dinamis membuat waktu tempuh bisa berubah jauh dari awal. Persiapan yang matang baik kendaraan, bekal, sampai fisik pengemudi dan penumpang sangat penting agar trip dapat berlangsung dengan baik.
Komentar